Kalau ngomongin penyerang kelas dunia, nama Ruud Van Nistelrooy pasti masuk dalam daftar teratas. Dia dikenal sebagai striker yang selalu lapar gol dan punya insting mencetak gol yang luar biasa tajam. Gaya mainnya sederhana tapi sangat efektif, tinggal berada di posisi yang tepat lalu menyelesaikan peluang dengan tenang. Tidak heran kalau banyak orang menyebutnya sebagai predator di kotak penalti.
Awal Perjalanan Ruud Van Nistelrooy
Banyak orang mengenal Ruud Van Nistelrooy saat sudah jadi bintang di Manchester United, tapi sebenarnya perjalanan kariernya dimulai dari klub kecil di Belanda. Ia lahir di Oss, sebuah kota kecil di Negeri Kincir Angin. Dari kecil, Van Nistelrooy sudah menunjukkan bakat bermain bola, meskipun awalnya dia bukan striker melainkan lebih sering bermain sebagai gelandang. Baru setelah masuk ke dunia profesional, posisinya digeser menjadi penyerang murni.
Karier awalnya dimulai di klub Den Bosch, lalu pindah ke Heerenveen, dan akhirnya bersinar bersama PSV Eindhoven. Di sinilah nama Ruud Van Nistelrooy mulai diperhitungkan, terutama setelah mencetak banyak gol di liga Belanda. Permainannya yang konsisten menarik perhatian klub besar Eropa, termasuk Manchester United.
Baca Juga: Persebaya Surabaya: Sejarah, Prestasi, dan Fakta Menarik Klub Legendaris
Bersinar di PSV Eindhoven
Saat memperkuat PSV, Ruud Van Nistelrooy benar-benar menjelma jadi mesin gol. Dalam tiga musim, dia mencetak lebih dari 60 gol. Insting golnya membuatnya jadi striker paling ditakuti di Eredivisie pada akhir 1990-an. Bahkan, Sir Alex Ferguson sudah mengincarnya sejak tahun 2000, tetapi transfernya sempat tertunda karena cedera ligamen lutut.
Meski begitu, setelah pulih, transfernya ke Manchester United tetap terwujud pada tahun 2001 dengan biaya besar saat itu. Kedatangan Ruud Van Nistelrooy menjadi salah satu transfer terbaik yang pernah dilakukan Ferguson.
Baca Juga: Rúben Amorim, Pelatih Muda Portugal yang Menggebrak Manchester United dengan Taktik Modern
Era Keemasan di Manchester United
Bisa dibilang masa terbaik Ruud Van Nistelrooy adalah saat bermain untuk Manchester United. Selama lima musim di Old Trafford, ia mencetak lebih dari 150 gol. Itu angka yang sangat luar biasa mengingat kompetisi Liga Inggris dikenal keras dan penuh persaingan.
Salah satu momen paling berkesan adalah musim 2002–2003, saat Van Nistelrooy menjadi top skor Premier League dengan torehan 25 gol dan membantu Manchester United meraih gelar liga. Fans United selalu mengingat bagaimana ia bisa mencetak gol dari berbagai situasi, entah itu lewat sundulan, tendangan jarak dekat, bahkan penalti.
Di era itu, Ruud Van Nistelrooy bersaing ketat dengan striker lain seperti Thierry Henry. Duel keduanya selalu jadi sorotan media Inggris. Meski gaya bermainnya berbeda, Van Nistelrooy tetap diakui sebagai penyerang paling berbahaya di kotak penalti.
Baca Juga: Thom Haye Resmi Tinggalkan Almere City, Masa Depannya Jadi Rebutan Klub!
Pindah ke Real Madrid
Setelah lima musim bersama Manchester United, hubungan Ruud Van Nistelrooy dengan Sir Alex Ferguson mulai renggang. Akhirnya pada 2006, dia memutuskan pindah ke Real Madrid. Meski sudah tidak muda lagi, performanya tetap mengagumkan.
Di musim pertamanya bersama Los Blancos, Van Nistelrooy langsung menjadi top skor La Liga dengan 25 gol. Ia juga membantu Real Madrid meraih gelar juara liga. Keahliannya membaca permainan lawan membuatnya tetap berbahaya meskipun tidak secepat striker muda.
Selama tiga musim di Spanyol, Ruud Van Nistelrooy mencetak banyak gol penting. Sayangnya cedera mulai mengganggu kariernya, hingga akhirnya ia pindah ke Hamburg di Bundesliga dan menutup karier Eropanya di Malaga.
Baca Juga: Inter vs Milan: Prediksi, Jadwal, dan Sejarah Derby della Madonnina
Karier Internasional di Timnas Belanda
Tidak hanya di level klub, Ruud Van Nistelrooy juga punya peran besar di timnas Belanda. Ia tampil di beberapa turnamen besar seperti Piala Eropa 2004 dan Piala Dunia 2006. Meski Belanda tidak berhasil meraih gelar, Van Nistelrooy selalu jadi andalan di lini depan.
Dengan seragam Oranje, dia mencetak lebih dari 30 gol. Salah satu ciri khasnya di timnas adalah kemampuannya mencetak gol di momen-momen penting, terutama saat Belanda butuh kemenangan. Walaupun generasinya tidak seberuntung era berikutnya, nama Ruud Van Nistelrooy tetap dihormati sebagai striker legendaris Belanda.
Gaya Bermain Ruud Van Nistelrooy
Kalau bicara soal gaya main, Ruud Van Nistelrooy bukan tipe striker yang suka melakukan trik atau berlari cepat dari tengah lapangan. Dia lebih fokus berada di kotak penalti dan menunggu momen yang tepat. Insting golnya luar biasa, tahu kapan harus bergerak ke ruang kosong dan bagaimana menempatkan bola ke gawang.
Teknik finishing Van Nistelrooy sangat klinis. Entah itu dengan kaki kanan, kaki kiri, atau sundulan kepala, ia selalu bisa menemukan cara untuk mencetak gol. Hal inilah yang membuatnya dikenal sebagai predator sejati di depan gawang lawan.
Kehidupan Setelah Pensiun
Setelah gantung sepatu, Ruud Van Nistelrooy tidak meninggalkan dunia sepak bola. Ia sempat menjadi pelatih di akademi PSV, lalu menjadi asisten pelatih timnas Belanda. Bahkan pada 2022, ia dipercaya menjadi pelatih utama PSV Eindhoven.
Perjalanan karier kepelatihannya menunjukkan bahwa kecintaannya pada sepak bola tidak pernah pudar. Meski belum bisa menyamai kesuksesannya saat masih aktif bermain, Ruud Van Nistelrooy tetap dihormati sebagai sosok yang membawa semangat dan pengalaman ke dunia kepelatihan.
Warisan dan Pengaruh Van Nistelrooy
Banyak penyerang muda yang menjadikan Ruud Van Nistelrooy sebagai inspirasi. Ketajamannya di depan gawang menjadi contoh bahwa seorang striker tidak harus punya kecepatan super atau skill berlebihan, tapi yang terpenting adalah insting dan ketenangan.
Fans Manchester United dan Real Madrid hingga kini masih mengenang kontribusinya. Setiap kali ada pembahasan tentang striker terbaik era 2000-an, nama Van Nistelrooy selalu muncul. Gol-golnya bukan hanya sekadar angka, tapi juga penentu kemenangan di laga-laga besar.
Kenangan Manis di Hati Fans
Buat para penggemar sepak bola, terutama fans United dan Madrid, nama Ruud Van Nistelrooy pasti membawa banyak kenangan. Gayanya yang selalu fokus mencetak gol, selebrasinya yang penuh semangat, serta ketenangannya saat menghadapi tekanan membuatnya jadi idola sejati.
Sampai hari ini, highlight gol-gol Van Nistelrooy masih sering diputar ulang di media sosial. Itu bukti kalau kualitas seorang striker legendaris tidak akan pernah hilang meski waktu terus berjalan